Home » »

Written By Afif Khoirul Abdi on Selasa, 11 Februari 2014 | 01.44

Berwisata Kok Ke Bekas Tambang?


Saya belom pernah ke Belitung. Hanya membaca catatan perjalanan beberapa orang teman saja.  Sama, perasaan saya langsung miris. Mengetahui bahwa keindahan yang saya saksikan melalui layar komputer itu adalah sebuah bekas pertambangan. Entahlah, saya tidak mengetahui apakah penambang kaolin di Belitung tersebut adalah sebuah perusahaan besar, ataukah dilakukan oleh penduduk lokal setempat. Tetapi memang semestinya tidak bisa seperti itu, setelah habis ditambang, bekasnya ditinggalkan begitu saja.
C360 2013 04 26 09 36 58 350 Berwisata Kok Ke Bekas Tambang?
Kalau ada pertanyaan, siapa yang salah, pastinya banyak pihak terlibat, termasuk pemberi ijin kegiatan penambangan. Yang saya heran, apakah tidak ada peraturan (setidaknya perda) yang mengatur? Saya awam sih soal tambang dan pertambangan, tetapi bukankah bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat? Kalau bekas tambang dibiarkan begitu saja, apa bukannya bencana yang akan didapatkan oleh rakyat? Mana kemakmurannya?
DSC 3022 Berwisata Kok Ke Bekas Tambang?
20130426 093808 Berwisata Kok Ke Bekas Tambang?
Nah, soal wisata. Saya pengennya berwisata ke tempat-tempat yang mempunyai pemandangan alam yang indah. Tidak muluk-muluk harus yang masih sangat alami, yang biasanya susah banget nemuinnya, harus naik gunung sampai puncak, atau harus menyelam lautan sampai kedalaman tertentu, tetapi setidaknya bukan jalan-jalan ke tempat di mana bumi sudah dikuras habis isinya dan ditinggalkan begitu saja.
XTS 0683 Berwisata Kok Ke Bekas Tambang?
Penasaran dengan PT. Newmont Nusa Tenggara, apakah juga lokasi tambangnya nanti akan ditinggalkan begitu saja bekasnya seperti danau kaolin yang ada di Bengkulu? Berharap dapet undangan nih, buat membuktikan, kalau saya akan menikmati tempat wisata yang indah, tapi bukan bekas tambang.

1 komentar: